18 March 2025

Menghadapi Silent Treatment: Pelajaran yang Diperoleh dari Pengalaman Pribadi

Mendapatkan perlakuan 'Silent treatment' yang berulang, kini sudah cukup menyadarkanku bahwa: aku adalah itu juga- I am that!, aku mengakui pernah melakukan juga Silent Treatment ke orang lain.

Hai guys... Ini akan jadi catatan panjang dalam perjalanan kesadaranku saat ini. Setelah mengalami beberapa kali kejadian, hari ini pukul 06.06, Senin tanggal 18 Maret 2025, akhirnya ku tuliskan di sini.  

Silent treatment, atau perlakuan diam serba salah, adalah sebuah fenomena yang sering terjadi dalam hubungan manusia, baik itu dalam pertemanan, keluarga, ataupun percintaan. Sering kali, orang yang menerima perlakuan ini merasa bingung, terluka, dan bahkan merasa terisolasi, merasa bersalah (padahal gak ada yang salah sebenernya), merasa dibuang, at least itu yang aku rasakan... akumulasi dari perlakuan 2 orang yang melakukan silent treatment kepadaku. 

Kejadian di Orang Pertama: Tahu gak apa yang pertama kali terlintas dalam pikiranku? Secara alami dalam hatiku bilang "Emang aku salah apa?" Nggak jelas karena tiba-tiba orangnya diem aja gak ngasih penjelasan. Ketika bertemu yang sebelumnya salam sapa dan riang, menjadi buang muka, ketika hendak disapa pura-pura gak lihat. Aku juga nggak berani membuka komunikasi, setidaknya menanyakan apa yang menyebabkan dia melakukan itu. :(

Kejadian di Orang Kedua: Ini sudah jelas penyebabnya. Aku mengkomunikasikan ketidaknyamananku sendiri terhadap kondisi di lingkungan tempat kami tinggal. Lalu orang ini merasa aku meyalahkan dia padahal dia diem aja/tidak melakukan apapun/tidak melakukan kesalahan yang merugikan lingkungan kami ( alias dia merasa gak ada sangkut pautnya dengan apa yg aku bicarakan), tapi dia ngerasa aku menyerangnya. Maka, dia lakukan silent treatment kepadaku. 

Pertama, aku heran, kok bisa dia playing victim bahwa aku menyerang dia, padahal yang dirugikan dengan kondisi di lingkungan kami tinggal tuh aku. Intinya, komplenanku dianggap menyerang Orang Kedua ini. 

Setelah mengalami 2x silent treatment sendiri, aku baru benar-benar menyadari betapa dalam dampaknya, serta bagaimana hal itu pernah aku lakukan kepada pasangan di masa lalu. Hiks (nanti ini aku ceritakan juga di bawah)



Apa Itu Silent Treatment?

Silent treatment adalah bentuk komunikasi non-verbal di mana seseorang memilih untuk tidak berbicara atau memberi respons terhadap orang lain. Ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti menghindari kontak mata, mengabaikan panggilan, atau bahkan tidak menanggapi pesan. Meskipun sering kali terlihat sepele, silent treatment bisa menjadi cara yang sangat menyakitkan untuk mengungkapkan perasaan marah, kecewa, atau frustrasi terhadap seseorang.

Bagi orang yang menerima silent treatment, perasaan yang muncul bisa sangat kompleks. Seseorang yang diberi perlakuan ini mungkin merasa bingung, cemas, atau bahkan merasa diabaikan. Rasanya seperti ada tembok yang terbentuk antara diri kita dan orang lain, membuat kita merasa tidak dihargai atau tidak diperhatikan.

Penyebab Seseorang Melakukan Silent Treatment

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk melakukan silent treatment. Beberapa di antaranya termasuk:

  1. Menghindari Konflik
    Beberapa orang merasa tidak bisa menghadapi konflik secara langsung dan memilih untuk tidak berbicara sebagai cara untuk menghindari ketegangan atau perdebatan. Mereka mungkin tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang sehat dan memilih untuk diam sebagai bentuk "perlindungan diri."

  2. Perasaan Tersakiti atau Kecewa
    Ketika seseorang merasa tersakiti atau kecewa, mereka mungkin merasa terlalu emosional untuk berbicara. Dalam keadaan ini, diam bisa menjadi mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari lebih banyak rasa sakit atau rasa malu.

  3. Kekurangan Keterampilan Komunikasi
    Tidak semua orang diajarkan keterampilan komunikasi yang sehat sejak kecil. Sebagai hasilnya, mereka mungkin tidak tahu bagaimana cara berbicara atau menyelesaikan masalah secara konstruktif, dan memilih untuk menarik diri dalam keheningan sebagai cara untuk "menyelesaikan" masalah, meski justru menciptakan jarak yang lebih jauh.

  4. Menunjukkan Ketidaksukaan atau Menghukum
    Dalam beberapa hubungan yang kurang sehat, silent treatment bisa menjadi cara seseorang untuk mengendalikan atau menghukum pihak lain. Ini adalah bentuk manipulasi emosional yang berbahaya, di mana orang yang memberi silent treatment merasa bahwa diam akan memaksa orang lain untuk mengakui kesalahan mereka atau melakukan apa yang mereka inginkan.

Refleksi Diri: Saat Mengalami Silent Treatment

Saat aku mengalami silent treatment dari orang lain, perasaan yang muncul sangatlah berat. Rasanya seperti terjebak dalam ruang, dimana komunikasi yang biasanya menjadi jembatan antara dua orang kini hilang begitu saja. Tidak ada kejelasan, hanya rasa bingung yang terus mengganjal. Walaupun ketika kutanyakan ke diri sendiri apakah aku mengalami kerugian saat mendapatkannya? Jelas enggak, sih.

Ini yang aku lakukan untuk mengatasinya:

  • Don't Take it Personaly

1. Kurang-kurangi merasa bersalah: Silent treatment seringkali digunakan sebagai bentuk manipulasi atau kontrol, jadi perasaan bersalah atas tindakan orang lain itu, kini kuubah, dissipate dan ku-release. Aku ikhlaskan perlakuan orang terhadapku. Karena aku 'kan nggak bisa kontrol perilaku orang. :)

2. Kurangi merasa terluka: Aku memilih untuk tidak merasa terluka atau tersakiti oleh tindakan orang lain. Tentu saja setelah aku mengakui keberadaan rasa bersalah itu. Aku bilang ke diri sendiri: nggak papa sebentar ngerasa bersalah, it's ok.

  • Tetap Tenang dan Sabar, Tidak Reaktif

1. Tetap tenang: aku tidak membiarkan emosi ku terpengaruh oleh tindakan orang lain terlalu lama. Tidak berlarut-larut dalam emosi. Setelah menerima semua rasa yang hadir, aku mengambil jalan untuk tidak reaktif dan tetap tenang. Move on dan melanjutkan berkarya.

2. Sabar: aku memilih memberikan waktu dan ruang bagi orang lain untuk memproses emosi mereka sendiri. 

  • Tidak Mencoba Mengubah Orang Lain

1. Jangan mencoba mengubah orang lain: Kita tidak dapat mengubah perilaku orang lain, yang kita dapat mengubah cara kita merespon fenomena dan mengubah cara pandang terhadap pilihan sendiri.

2. Fokus pada diri sendiri: aku memutuskan fokus pada kebutuhan dan perasaan ku sendiri. Menata hati sendiri. Dan memberikan kebutuhan yang-aku-ingin-dapatkan-dari-orang-lain, kuberikan kepada diri sendiri.

  • Berkomunikasi dengan Jelas

1. Berkomunikasi dengan jelas: Jika aku merasa perlu, berkomunikasi dengan jelas dan tegas tentang perasaan dan kebutuhan ku. Namun aku saat ini memilih untuk gak komunikasi dulu ke 2 orang tersebut, dan itu nggak papa. Aku berbaik hati sama diriku sendiri. Aku juga mau kasih ruang dan waktu untuk diriku sendiri.

2. Tetapkan batasan: Tetapkan batasan yang jelas tentang apa yang dapat dan tidak dapat tolerir. Sejauh ini nggak merugikan apapun sih di aku, jadi yaudah jalanin dulu aja.

  • Mencari Solusi

Jika silent treatment berlanjut, mencari solusi bersama-sama, seperti konseling atau mediasi. Dan jika silent treatment berlanjut dan menyebabkan kerugian emosional, mengakhiri hubungan mungkin merupakan pilihan terbaik. Yang terakhir masih jadi pilihanku sampe sekarang. Yang tadinya suka bertemu sekedar ngobrol, chating, ngopi bareng, mulai sekarang aku udah melepaskan. Let it go. Orang datang adn pergi dalam kehidupan itu biasa. Semua teman ada masanya, semua masa ada temannya. Gitu aja. Bukan separasi, tapi ini pilihan.


Dengan kejadian ini, aku bisa melihat bagaimana victim mentality itu masuk secara nggak sadar. Karena sudah menyadarinya, jadi aku nggak menyalahkan orang lain  dan nggak menyalahkan diri sendiri. At least aku sadar ketika aku berada pada kondisi Victim Mentality sehingga bisa lekas kuubah ke vibrasi yang lebih tinggi.




Menyadari bahwa Aku juga Pelaku Silent Treatment itu Sendiri

Dan seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa pengalaman ini bukan hanya sekadar tentang apa yang dilakukan orang lain padaku. Ini juga mengingatkanku pada bagaimana aku pernah melakukan hal serupa, terutama dalam hubungan dengan suami di 10 tahun pertama pernikahan. Ketika aku tidak bisa berkomunikasi dengan pasangan dengan baik, aku frustasi, aku stress, aku sering kali memilih untuk diam, bukannya menghadapi masalah secara langsung. Aku menenangkan diri dengan diam, karena kalo berbicara dan mengungkapkan perasaan tuh aku nggak bisa kontrol emosi, pasti ngomongnya sambil nangis-nangis. Struktur kalimat juga tidak tertata. :( Dan pada saat itu aku malu kalo nangis (karena dulu masih memegang POV kalo nangis=cengeng=lemah).

Aku dididik di keluarga yang nggak terbuka dan kurang dalam berkomunikasi. Orang tua jaman dulu, kolot dan bapakku patriarki banget. Yang selalu terngiang-ngiang adalah: "ANAK PEREMPUAN MANUT AJA!" "Anak kecil gak tau apa-apa diam aja, ya!" "Orang Jawa tuh nrimo aja." "Jangan menentang ucapan laki-laki." Bapakku kalo ibu melawan pasti ngamuk dan main tangan, dan itu kebawa. Aku takut kalau aku membantah perkataan aku akan dipukuli suami.

Dampaknya, aku kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, termasuk teman, guru, dan keluarga. Kurangnya kepercayaan diri dalam berbicara dan atau berbagi pendapat. Kesulitan mengungkapkan emosi pula. Selalu dipendam sendiri. 

Dan efeknya adalah menyebabkan aku (dahulu) kesulitan dalam mengelola stress dan emosi. Makanya di 10 tahun pertama pernikahan, aku strugle banget soal komunikasi sama Abudi. Merasa pendapatku tidak pernah didengar. Soalnya kalau aku mau ngomong tuh selalu langsung dipotong, suami lebih banyak ngomong. Dan aku sekarang paham kalau suamiku juga punya inner child yang sama. Gak pernah didengerin sama orang tuanya. Abudi pun sama aja jadinya, melakukan silent treatment kepadaku (btw aku baru menemukan/mengingat fakta ini setelah barusan ngobrol dan bertanya sama Abudi, apakah aku sering melakukan silent treatment kepadanya dulu). 

Mendiamkan apabila kami berdua habis cek cok bertengkar. Kami sama-sama diam, lebih tepatnya yang aku sadari sekarang, kami sama-sama mengambil waktu untuk sendiri, untuk menurunkan emosi sekaligus supaya tidak memperparah keadaan.

10 tahun pertama pernikahan aku merasa sendiri dalam segala hal (padahal Abudi tuh kurang bantuin apa dalam hal mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga, beliau family man banget :) ). Aku sering nangis sendiri di kamar mandi, kesulitan mengelola emosi dan stress karena capek ngurus anak-anak. Sering menyalahkan diri sendiri karena merasa belum menjadi ibu yang baik.

Dari kejadian ini, aku sadar bahwa silent treatment bukanlah cara yang sehat untuk menyelesaikan konflik. Bahkan, sering kali itu justru memperburuk keadaan. Dalam hubungan apapun, komunikasi adalah kunci. Tanpa komunikasi, pemahaman satu sama lain menjadi sangat sulit.

Hingga akhirnya pada tahun 2018-2019 aku memilih untuk mengubah pint of view dan keputusan-keputusan yang kuambil. Layer demi layer, sedikit demi sedikit seperti mengupas lapisan bawang aku mengubah cara pandangku akan kehidupan. 



Bagaimana Menyikapi Silent Treatment?

Ketika kita menghadapi silent treatment, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapinya dengan cara yang lebih sehat:

  1. Berusaha Memahami Penyebabnya
    Cobalah untuk memahami mengapa seseorang melakukan silent treatment. Apakah mereka merasa terluka atau kesal? Apakah mereka sedang menghindari konflik? Dengan mencoba untuk melihat dari perspektif mereka, kita dapat menanggapi dengan lebih empatik.

  2. Beri Ruang untuk Emosi
    Kadang-kadang, orang perlu waktu untuk meredakan emosi mereka sebelum bisa berbicara. Memberi ruang tanpa terburu-buru meminta penjelasan dapat membantu mendinginkan situasi. Namun, ini bukan berarti kita harus diam selamanya. Kalau aku dan Abudi, sehari dua hari juga udah baikan lagi.

  3. Berbicara Secara Terbuka
    Ketika situasinya memungkinkan, cobalah untuk mengajak orang tersebut berbicara secara terbuka. Ungkapkan perasaan kita tanpa menyalahkan, tetapi lebih kepada mengungkapkan bagaimana kita merasa tentang perlakuan tersebut. Hindari menyerang, dan fokus pada perasaan kita sendiri.                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ini sudah mulai kulakukan sejak 2019. Aku ngomong sambil nangis tersedu-sedu. Sudah nggak bisa dibendung dengan diam lagi. Jebol sudah emosi yang selama 10 tahun dipendam. Aku bilang dengan lantang: bertengkar tuh gapapa, bukan sesuatu yang salah. Meluapkan emosi tuh gapapa. Meluapkan kemarahan tuh gapapa. Sedih&nangis tuh gapapa, gak berarti cengeng. Beradu argumen antara suami-istri tuh gapapa banget. Membantah perkataan suami tuh gapapa. Jangan larang-larang aku untuk marah, nangis, kecewa, sedih. Stop selalu bilang ke aku untuk selalu sabar dan lemah lembut, biarkan aku ngomel, biarkan aku mengekspresikan apa yang sedang aku rasakan. 

  4. Beri Pengertian dan Kesabaran
    Jika kita adalah orang yang memberi silent treatment, penting untuk mengingat bahwa komunikasi yang terbuka lebih bermanfaat dalam jangka panjang. Jika kita menerima silent treatment dari orang lain, beri mereka waktu untuk merenung, tetapi jangan biarkan mereka terus menghindar tanpa mencari penyelesaian. 

  5. Jaga Diri dan Kesehatan Emosional
    Dalam menghadapi silent treatment, kita utamakan menjaga kesehatan emosional kita sendiri. Jika merasa bahwa perlakuan ini sudah berlebihan dan tidak ada perubahan, penting untuk menetapkan batasan dan berbicara tentang bagaimana perlakuan itu mempengaruhi kita. Ini bisa kulakukan dengan Abudi, namun belum ke orang lain. hehehe aku masih berproses dalam perjalanan kesadaran ini dan it's OK.


Kesimpulan

Silent treatment bisa menjadi salah satu tantangan terbesar dalam hubungan. Pengalaman ini mengajarkan kita bahwa komunikasi adalah pondasi yang sangat penting dalam setiap hubungan, baik itu dengan teman, keluarga, atau pasangan. Ketika kita menghadapinya, kita harus berusaha untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain dan tidak ragu untuk membuka komunikasi yang jujur dan terbuka. Silent treatment bukan solusi, dan hanya melalui komunikasi yang baiklah kita bisa memahami dan menyelesaikan masalah yang ada.


Semoga artikel ini dapat memberi perspektif dan pemahaman baru bagi siapa saja yang sedang menghadapinya. Jika ada pertanyaan atau hal lain yang ingin dibahas lebih lanjut, jangan ragu untuk berbagi!

01 March 2025

Eksklusive Ifthar Experience at Heritage Resto&Cafe

Buka puasa menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu selama bulan Ramadan, dan tahun ini saya memutuskan untuk merasakan pengalaman buka puasa yang berbeda di Heritage Resto&Cafe Bandung. Terletak di lokasi yang strategis di kawasan Dago tepatnya di Jl. Raya Golf Dago No.78 Bandung, restoran ini menawarkan tidak hanya makanan lezat tetapi juga suasana yang nyaman dengan pemandangan alam yang menyejukkan mata. Terima kasih Heritage Resto&Cafe untuk undangannya di acara Heritage Ramadan Vibe: Influencer Gathering & Exclusive Iftar Experience, sebuah acara eksklusif yang menghadirkan pengalaman berbuka puasa istimewa bersama para influencer kuliner dan lifestyle.


Acara dibuka dengan sambutan hangat dari MC, mas Dior – Marcomm Manager Promotion & Brand Development Heritage Resto & Cafe yang memperkenalkan acara dan menyambut para tamu undangan. MC juga memberikan pengarahan mengenai penggunaan hashtag @heritagerestocafe #HeritageRamadanVibe #IftarWithHeritage #MaduEnak, sehingga setiap peserta bisa berbagi momen seru melalui media sosial. Sebagai pembuka, pihak BAR & Service mulai menyiapkan welcome drink untuk para tamu.

Welcome Drink Experience

Setelah sambutan, acara berlanjut dengan pengalaman menikmati welcome drink. Di sini, MC memperkenalkan Lemon Jahe Madu Sereh – signature drink dari Heritage Resto&Café. Minuman ini menawarkan kombinasi rasa segar dari lemon, hangatnya jahe, serta manisnya madu yang tentu memberikan manfaat untuk tubuh, terutama saat berbuka puasa. Madu dikenal memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan energi dan daya tahan tubuh. Tak hanya itu, kami juga mendengarkan penjelasan dari perwakilan @maduenakofficial mengenai penggunaan madu dalam minuman berbuka yang menyegarkan.



Ini sih sangat ramah bintang 5 rasa minumannya. Perpaduan antara rempah dan madunya pas banget. Sempurna untuk membatalkan puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Minumnya pun tanpa rasa bersalah karena Lemon Jahe Madu Sereh nggak pakai gula, manis alaminya dari madu enak.


Talkshow Session

Setelah menikmati welcome drink, acara berlanjut ke sesi talkshow dengan narasumber

- Frendi Rachman, Marketing Manager Herba Group

- Dodo, Chef Heritage Resto cafe 

- Titik .W - Sales Mgr Heritage Resto cafe

Talkshow ini terdiri dari tiga bagian:

  • Sesi 1: Perwakilan Brand @maduenakofficial 
    Frendi Rachman, Marketing Manager Herba Group dan perwakilan dari @maduenakofficial memberikan wawasan menarik tentang manfaat madu, terutama dalam berbuka puasa. Beliau menjelaskan bagaimana madu dapat meningkatkan stamina dan memberikan energi alami yang sangat dibutuhkan setelah seharian berpuasa.


  • Sesi 2: Sales & Marketing Heritage Resto Café 
    Titik .W - Sales & Marketing Heritage Resto&Café berbagi informasi mengenai konsep Ramadan yang diterapkan di restoran ini. Mbak Titik juga mengungkapkan promo spesial yang ditawarkan selama bulan Ramadan, termasuk paket-paket menarik yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. 



  • Sesi 3: Chef Dodo 
    Di sini, pihak Kitchen & Service mulai menyiapkan hidangan spesial Ayam Madu Heritage. Pada sesi ini, Chef Dodo menjelaskan lebih detail mengenai menu spesial Ramadan yang disiapkan, yaitu Ayam Madu Heritage. Menu ini terdiri dari ayam yang dimasak dengan bumbu madu khas yang kaya rasa. Selama sesi ini, influencer yang hadir juga mengambil konten dan memberikan review tentang menu terbaru ini. 


  • Ayam Madu Heritage


Menu Ramadan & Iftar Experience

Setelah talkshow, acara beralih ke sesi Menu Ramadan & Iftar Experience. Di sini, MC memperkenalkan dua paket spesial dari Heritage Resto&Café untuk berbuka puasa:

  • Paket "Ayam Gurame"
  • Paket "Gurame Sate"

Para influencer pun mengambil foto dan video menu-menu Ramadan ini untuk dibagikan di media sosial mereka. Semua tamu undangan juga diberi kesempatan untuk menikmati hidangan tersebut dalam simulasi berbuka puasa bersama. Saya sangat menikmati suasana kebersamaan ini, karena selain makan, kami juga bisa berbagi cerita dan pengalaman selama Ramadan. Promo ini berlaku selama periode 1 - 30 Maret 2025, jadi para pengunjung masih memiliki kesempatan untuk menikmati paket menu spesial ini.





Daftar menu khusus Ramadan Heritage Iftar – NgaBOOKber

●Paket "Ayam Gurame" – Untuk 4 orang - Rp. 399.999

  • Ayam Taliwang
  • Soto Bandung
  • 1 Ekor Gurame Bakar/Goreng
  • Cah Keciwis
  • 4 porsi Nasi Putih
  • 4 Ice Lemon Tea
  • GRATIS Takjil Khas Heritage


●Paket "Gurame Sate" – Untuk 4 orang - Rp. 399.999

  • Soto Ayam
  • Sate Ayam 10 Tusuk
  • 1 Ekor Gurame Bakar/Goreng
  • Cah Keciwis
  • 4 porsi Nasi Putih
  • 4 Ice Lemon Tea
  • GRATIS Takjil Khas Heritage








Paket promo khusus Ramadan Heritage Iftar – NgaBOOKber untuk makan berempat ditawarkan dengan harga sangat terjangkau, yakni hanya Rp 399.000. Dengan harga tersebut, kita dan keluarga atau teman-teman bisa menikmati berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Menu utama yang menjadi andalan adalah Ayam Gurame dan Gurame Sate, sebuah kombinasi rasa yang sempurna antara ikan gurame bakar yang renyah di luar dan lembut di dalam serta bumbunya yang meresap, serta ayam taliwang yang dimasak dengan bumbu yang kaya dan penuh cita rasa. Juga ada soto bandung dan cah keciwis. Sudah segitu aja? Enggak dong! Selain gurame ayam, terdapat juga beberapa hidangan pelengkap lainnya, seperti 4 porsi nasi putih yang pulen dan 4 ice lemon tea dan takjil khas Heritage.


Suasana dan Pemandangan Alam yang Menyegarkan





Yang tidak kalah istimewa dari pengalaman buka puasa di Heritage Resto&Cafe adalah suasana yang sangat mendukung untuk bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga atau teman. Restoran ini memiliki desain yang modern dengan sentuhan alam, menghadap ke pemandangan alam yang memukau. Pohon-pohon hijau, udara segar, lapangan golf dan pemandangan langit yang indah membuat pengalaman makan menjadi semakin menyenangkan. Apalagi saat sore menjelang malam, suasana yang menyejukkan dengan cahaya matahari yang temaram memberikan kesan yang sangat menenangkan. Pas kebetulan waktu kemarin saya di sana suasana sedang hujan dan berkabut, jadi tidak bisa mendapatkan suasana sore yang hangat.



Pemandangan alam yang ada di sekitar restoran memberikan sensasi relaksasi yang luar biasa. Kita bisa merasakan kedamaian yang jarang ditemukan di tengah hiruk-pikuk kota, sehingga setiap detik yang dihabiskan di sini terasa sangat berharga.

Buka puasa di Heritage Resto&Cafe memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Dengan menu promo makan berempat yang sangat terjangkau, kita bisa menikmati hidangan lezat seperti gurame ayam yang menggugah selera. Ditambah dengan suasana yang tenang dan pemandangan alam yang menyejukkan, tempat ini sangat cocok untuk menikmati momen berbuka bersama orang-orang terkasih.



Free Time & Content Creation

Setelah acara selesai, waktu bebas diberikan kepada kami para tamu undangan untuk menikmati suasana restoran, membuat konten tambahan, atau melakukan networking dengan sesama peserta. Senangnya bisa bertemu kangen dengan teman-teman dan sekaligus dapat teman baru dari acara ini. Saya pun menghabiskan waktu untuk menikmati suasana nyaman di Heritage Resto&Café, sambil membuat konten dan menikmati hidangan yang tersisa.

Acara buka puasa bersama di Heritage Resto&Café memberikan pengalaman yang sangat berkesan. Selain menikmati menu spesial Ramadan seperti Ayam Madu Heritage, saya juga mendapat banyak pengetahuan baru, mulai dari manfaat madu hingga konsep Ramadan yang dihadirkan oleh restoran ini. Suasana yang nyaman, hidangan lezat, serta berbagai sesi edukatif menjadikan acara ini sangat menarik dan tidak terlupakan. Saya sangat menantikan acara berikutnya dan berharap dapat kembali menikmati suasana serupa di Heritage Resto&Café. Terima kasih banyak.


Bagi Anda yang mencari tempat buka puasa yang menawarkan kenyamanan, pemandangan, dan tentu saja makanan lezat, Heritage Resto&Cafe adalah pilihan yang tepat. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba menu spesial mereka dan menikmati suasana alam yang menenangkan!

Selamat menjalankan ibadah puasa ya, teman-teman. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah puasa kita semakin lancar, semakin berkah, sehingga membuat badan dan jiwa kita pun semakin sehat. :)

Heritage Resto & Café

Enjoy the Taste and Natural City View of Dago

Jl. Raya Golf Dago No.78 Bandung


Contact Person:

Dior – Marcomm Manager

Promotion & Brand Development Heritage Resto & Cafe

Whatsapp: 62 896-1614-6159


Reservasi & Info:

+62 812-6886-1986 – TITIK

+62 821-1209-2803 – ELSA